Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Bupati Pemalang Diamankan Bersama Sejumlah Pihak
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah. Kali ini, Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, diamankan dalam operasi yang berlangsung di wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Selasa (28/7/2026). DAFTAR/LOGIN
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya operasi tersebut saat dikonfirmasi awak media.
"Benar, ada penangkapan terhadap Bupati Pemalang," ujar Fitroh.
Namun hingga saat ini, KPK belum mengungkap secara rinci perkara yang menjadi dasar operasi tangkap tangan tersebut. Identitas pihak lain yang turut diamankan, barang bukti yang disita, maupun nilai dugaan kerugian negara masih dalam proses pendalaman.
KPK Masih Lakukan Pemeriksaan
Sejumlah pihak yang diamankan dalam OTT masih menjalani pemeriksaan intensif di KPK. Lembaga antirasuah menyatakan akan menyampaikan konstruksi perkara secara lengkap setelah proses pemeriksaan awal selesai.
Selain itu, laporan dari lapangan menyebut tim KPK turut melakukan penyegelan di beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara, termasuk dua rumah dan Kantor Dinas PUPR Kabupaten Pemalang.
Latar Belakang Anom Widiyantoro
Sebelum menjabat sebagai Bupati Pemalang periode 2025–2030, Anom Widiyantoro dikenal memiliki karier panjang di dunia korporasi, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). DAFTAR/LOGIN
Ia pernah berkarier di PT Wijaya Karya (WIKA) sejak pertengahan 1990-an hingga menduduki posisi General Manager. Setelah itu, Anom dipercaya menjadi Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Human Capital di PT Hotel Indonesia Properti (HIP), anak usaha WIKA, sebelum akhirnya mengundurkan diri untuk maju dalam Pilkada Pemalang 2024.
Harta Kekayaan Dilaporkan Rp21,3 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada Maret 2026 untuk periode pelaporan 2025, Anom Widiyantoro tercatat memiliki total kekayaan sekitar Rp21,3 miliar.
Publik kini turut menyoroti laporan harta kekayaan tersebut setelah KPK melakukan OTT terhadap orang nomor satu di Kabupaten Pemalang. Meski demikian, belum ada indikasi bahwa seluruh aset yang dilaporkan berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.
Menunggu Pengumuman Resmi KPK
Hingga artikel ini diterbitkan, KPK belum menetapkan secara terbuka status hukum para pihak yang diamankan maupun mengungkap pasal yang disangkakan. Informasi lebih lengkap diperkirakan akan disampaikan melalui konferensi pers resmi setelah pemeriksaan awal rampung.
SITUS AMAN DAN TERPERCAYA : DAFTAR/LOGIN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar