Gempa M7,1 Guncang Jepang, 13 Orang Tewas, Kemlu Pastikan WNI dalam Kondisi Aman

 


Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7) waktu setempat. Gempa yang berpusat di lepas pantai selatan Prefektur Kumamoto tersebut menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia, puluhan lainnya mengalami luka-luka, serta mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas umum. DAFTAR/LOGIN 

Menanggapi bencana tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyampaikan bahwa seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak dipastikan dalam kondisi aman.

Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Menjadi Korban

Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang, pemerintah telah berkoordinasi dengan simpul masyarakat Indonesia, termasuk komunitas WNI di wilayah Kumamoto dan sekitarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan awal, hingga saat ini belum terdapat laporan adanya WNI yang menjadi korban jiwa maupun mengalami luka akibat gempa tersebut. Seluruh WNI yang telah berhasil dihubungi dilaporkan berada dalam kondisi selamat.

KBRI juga mengimbau seluruh WNI di Jepang agar tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah setempat, serta terus memantau informasi resmi dari Japan Meteorological Agency (JMA) mengenai perkembangan aktivitas gempa dan potensi gempa susulan.

Kerusakan Terjadi di Sejumlah Wilayah

Gempa kuat tersebut menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan, termasuk rumah warga, pusat perbelanjaan, serta infrastruktur lainnya. Foto-foto yang beredar menunjukkan beberapa bangunan mengalami keruntuhan sebagian akibat kuatnya guncangan. DAFTAR/LOGIN 

Pemerintah Jepang juga sempat mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa terjadi. Namun, otoritas terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pesisir sambil mengimbau masyarakat tetap menjauhi area pantai hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.

Ribuan Personel Dikerahkan

Untuk mempercepat proses penanganan bencana, pemerintah Jepang mengerahkan sekitar 3.600 personel militer dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Selain itu, 20 pesawat diterjunkan untuk membantu pemetaan kerusakan dari udara dan mendukung distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

Ratusan petugas tanggap darurat dari berbagai prefektur juga diterjunkan ke lokasi guna melakukan evakuasi korban, membersihkan puing-puing bangunan, serta memastikan kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi.

Warga Diimbau Waspadai Gempa Susulan

Japan Meteorological Agency (JMA) memperingatkan bahwa wilayah terdampak masih berpotensi mengalami gempa susulan dengan intensitas cukup kuat dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan serta selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah setempat.

Bagi WNI yang berada di Jepang, Kemlu RI mengimbau agar segera menghubungi KBRI atau otoritas setempat apabila membutuhkan bantuan darurat maupun informasi terkait kondisi keamanan di wilayah masing-masing. 

SITUS AMAN DAN TERPERCAYA : DAFTAR/LOGIN 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan dan kekurangan iPhone 18 Pro Max dibandingkan dengan pendahulunya iPhone 17 Pro Max

Kim Jong Un dari Korea Utara mengatakan negara itu akan meningkatkan jumlah senjata nuklir secara 'eksponensial', menurut laporan media pemerintah.

Pamitnya Sang "Paman", Akhir Perjalanan Anwar Usman di Mahkamah Konstitusi